
1,Berdasarkan Tingkat Perputaran dan Klasifikasi ABC
Dalam berbagai operasi pergudangan, salah satu tugas yang paling menyita waktu dan tenaga adalah memindahkan barang. Oleh karena itu, saat menentukan lokasi penyimpanan, pertimbangan utama harus meminimalkan jarak tempuh dengan meletakkan barang yang sering diakses di dekat pintu masuk dan, sebaliknya, meletakkan barang yang jarang diakses di tempat yang lebih jauh. Di gudang ritel, barang biasanya diterima dalam jumlah yang lebih kecil dan dalam jumlah besar, sementara pengiriman sering kali melibatkan pemecahan barang dalam jumlah yang lebih besar. Jadi, untuk jenis gudang ini, barang dengan perputaran tinggi harus ditempatkan di dekat pintu keluar.
Prinsip klasifikasi ABC yang diterima secara luas dalam industri pergudangan dapat dilihat sebagai perluasan dan penyempurnaan dari prinsip tingkat perputaran. Metode utamanya melibatkan penerapan berbagai strategi penyimpanan dan pengambilan berdasarkan frekuensi pengiriman barang yang bervariasi, yang telah menghasilkan hasil yang baik dalam praktiknya. Namun, dalam sektor e-commerce, sifat yang tidak dapat diprediksi membuat penerapan prinsip ini menjadi sulit.
2, Prinsip Korelasi Produk
Di antara item inventaris, beberapa produk sering dipesan bersama, seperti pensil dan penghapus. Produk-produk yang berkorelasi ini sebaiknya disimpan di lokasi yang berdekatan untuk memperpendek jalur pengambilan. Dengan menganalisis data pesanan historis, kita dapat mengidentifikasi korelasi antara item inventaris. Penting untuk dicatat bahwa korelasi dapat berubah dengan musim penjualan yang berbeda.
3, Prinsip Identitas Produk
Prinsip ini berarti bahwa jenis barang yang sama harus disimpan di lokasi yang sama, yang dikenal sebagai kebijakan satu barang satu lokasi. Jika satu barang disimpan di beberapa lokasi, beban kerja untuk menata rak, memilih, dan menghitung inventaris akan meningkat. Di pusat distribusi modern, karena seringnya terjadi perubahan barang masuk dan keluar, mencapai kebijakan satu barang satu lokasi bukanlah hal yang mudah.
4, Prinsip Kesamaan Produk
Barang serupa merujuk pada barang dengan atribut utama yang sebanding, seperti kacang kuning dan kacang hijau. Prinsip ini menyarankan agar barang serupa disimpan berdekatan satu sama lain, yang merupakan metode penyimpanan klasifikasi yang umum digunakan. Jika fungsionalitas sistem informasi manajemen gudang relatif lemah, penyimpanan klasifikasi dapat mengurangi kesulitan manajemen manual secara signifikan. Namun, hal ini terkadang mengurangi pemanfaatan ruang dan meningkatkan jalur pengambilan, jadi prinsip ini harus diterapkan dengan bijaksana.
5, Prinsip Komplementaritas Produk
Prinsip ini mengharuskan barang-barang yang dapat saling menggantikan disimpan berdekatan satu sama lain, sehingga barang yang satu dapat digantikan dengan barang yang lain jika terjadi kehabisan stok. Prinsip ini memiliki penerapan yang lebih sempit karena gudang biasanya tidak dapat mengubah pesanan. Bagi mitra pasokan jangka panjang, hal ini dapat dilakukan berdasarkan ketentuan yang telah disepakati sebelumnya.
6, Prinsip Kompatibilitas Produk
Kompatibilitas mengacu pada sejauh mana barang-barang dapat disimpan bersama-sama. Misalnya, barang-barang dengan persyaratan bau tertentu dianggap tidak kompatibel, seperti parfum dan teh. Prinsip kompatibilitas adalah salah satu alasan mendasar untuk penyimpanan klasifikasi. Tantangannya terletak pada pencapaian ini sambil meminimalkan penggunaan ruang dan biaya.
7. Prinsip Pertama Masuk Pertama Keluar (FIFO)
Prinsip ini mengamanatkan bahwa barang yang diterima terlebih dahulu harus menjadi barang pertama yang dikirim, yang biasanya berlaku untuk barang dengan masa simpan yang lebih pendek, seperti makanan. Jika posisi penyimpanan dan proses pergudangan dan distribusi tidak direncanakan dengan saksama, mencapai FIFO dapat menjadi sulit dan mungkin memerlukan lebih banyak ruang penyimpanan. Obat farmasi harus disimpan dan didistribusikan sesuai dengan peraturan GSP berdasarkan batch produksi, yang menambahkan lapisan lain dari kekhususan operasional.
8, Prinsip Tinggi Susun
Prinsip ketinggian penumpukan menyatakan bahwa untuk meningkatkan pemanfaatan ruang gudang, barang harus disimpan setinggi mungkin. Penumpukan sederhana, seperti menempatkan satu kotak di atas kotak lain, dapat menghambat pengambilan selektif dan tidak boleh terlalu tinggi, yang mengarah pada penggunaan rak tinggi bertingkat. Ada berbagai jenis rak tinggi bertingkat, masing-masing cocok untuk aplikasi tertentu dan memerlukan mesin bongkar muat yang berbeda.
9, Prinsip Karakteristik Berat
Prinsip ini mengharuskan pengaturan lokasi penyimpanan berdasarkan berat barang. Umumnya, barang yang berat harus diletakkan lebih rendah, sedangkan barang yang lebih ringan dapat diletakkan lebih tinggi. Selain itu, perlu diperhatikan perbedaan antara penanganan manual dan mekanis - barang yang berat untuk penanganan manual harus disimpan di bawah tinggi pinggang, sedangkan tinggi penyimpanan untuk penanganan mekanis dapat lebih tinggi, tergantung pada peralatan dan kompatibilitas rak.
10, Prinsip Lorong Menghadap
Prinsip ini menunjukkan bahwa demi kenyamanan dan kecepatan mengakses barang, barang harus menghadap ke lorong. Penanda identifikasi, nama, dan nomor barang serta lokasi penyimpanan juga harus diposisikan di dekat pandangan publik di lorong. Demikian pula, barang yang sering dikirim harus disimpan dekat dengan lorong utama.
11, Prinsip Ukuran Produk
Ini adalah prinsip dasar untuk merencanakan lokasi penyimpanan, yang mengharuskan perancangan ruang penyimpanan sesuai dengan ukuran barang yang berbeda. Prinsip ini juga berfungsi sebagai dasar untuk memilih jenis rak, seperti rak susun palet, rak balok, rak rak, lemari, dll.
12, Prinsip Representasi Lokasi Penyimpanan
Prinsip representasi lokasi penyimpanan juga merupakan salah satu prinsip dasar untuk merencanakan lokasi penyimpanan, yang mengharuskan penggunaan metode yang sederhana, terstandarisasi, dan unik untuk menunjukkan lokasi penyimpanan. Sebagian besar gudang saat ini menggunakan sistem kode huruf dan angka yang dapat mewakili informasi tentang area penyimpanan, lorong, pengaturan, tingkat, dan bagian. Representasi lokasi penyimpanan yang jelas dapat sangat menyederhanakan pengelolaan inventaris yang beragam.
13, Prinsip Visibilitas
Karena manajemen lokasi penyimpanan merupakan fondasi manajemen gudang dan informasi lokasi merupakan hal mendasar bagi operasi pergudangan, maka informasi lokasi penyimpanan harus ditandai dengan jelas. Hal ini sangat efektif dalam meningkatkan efisiensi operasi pergudangan. Alat-alat seperti penanda ukuran, rambu, indikator posisi, dan layar elektronik dapat digunakan untuk tujuan ini.





